Tradisi Mekotek, Perang Kayu Untuk Menolak Bala

Diposkan oleh jajat sudrajat

Berbagai ritual dilakukan warga, agar terhindar dari bencana, dan kekeringan yang melanda. Di Desa Munggu, Kabupaten Badung Bali, ribuan warga menggelar tradisi mekotek, atau perang kayu, yang di lakukan di seluruh penjuru desa, untuk mengusir segala unsur negatif.
Ritual diawali dengan arak-arakan warga Desa Munggu, sambil membawa senjata berupa kayu pulen. Kayu pulen adalah kayu kapuk berbentuk bulat, dengan panjang mencapai empat meter. Selain itu juga aneka benda sakral milik pura desa ikut mengiringi, lengkap dengan gamelannya, berjalan mengitari seluruh areal desa.
Dalam tradisi mekotek, masing-masing warga menyatukan kayu yang dibawa, membentuk gunungan kayu. Kemudian digesek-gesekkan, sehingga menimbulkan suara.
Yang menarik jadi tontonan adalah saat ada warga yang naik ke gunungan kayu hingga ke puncak, dan berteriak-teriak, sebagai simbol mengusir segala unsur negatif dari desa.
Hal ini dilakukan terus menerus di sepanjang jalan, di seluruh penjuru desa. Mekotek atau perang kayu yang berlangsung akhir pekan kemarin ini bertujuan menjauhkan warga desa dari segala bencana. Ritual mekotek rutin digelar setiap tujuh bulan sekali, atau setiap 210 hari sekali, sebagai prosesi sakral usai hari raya Galungan.



{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Blog Archive